Kesempatan Kedua di Negara Vietnam

Negara penuh motor, Vietnam, Hanoi.
Setelah diberi kesempatan pertama yang menyenangkan bersama sahabat-sahabat saya di kantor lama, dan alhamdulillah saya diberi kesempatan lagi untuk ke mana... KE VIETNAM FOR THE SECOND CHANCE!

Saya memang aneh, di tahun 2016 ini dimana wanita paruh baya pada umumnya akan memilih lokasi travelling kekinian dan hits agar bisa dipamerkan di feed Instagram dan di album Facebooknya. Saya? Malah mau menghabiskan waktu cuti hanya untuk berkunjung ke Negara Vietnam yang notabenenya dikenal hanya sebagai Negara dengan perang terlama.

Beberapa teman dahinya berkenyit, setiap kali saya mengatakan "Vietnam" sebagai destinasi pilihan saya di cuti kali ini. Biasanya akan dilanjutkan dengan pertanyaan seperti ini: "Kenapa Vietnam? Kan udah pernah? Ga sendirian kan?", dan saya selalu menjawab dengan template: "Suka aja, suasana authentic dan eksotiknya nyatu dan gw mau mampir ke Halong Bay, tenang gw berdua kok bareng temen SMA gw". Benar sekali, ini merupakan kesempatan kedua saya dan hanya berdua bersama teman sebangku semasa SMA dulu.

Untuk trip lumayan jauh, saya sarankan untuk tidak mengikutsertakan banyak orang kecuali jika kamu dan sekelompok temanmu menggunakan tour guide untuk perjalanan kalian. Jumlah orang dalam trip pribadi biasanya akan menentukan dua hal, secara positif dapat menekan budget, secara negatif dapat meningkatkan gesekan dalam kelompok belom lagi jika ada perempuan datang bulan di kelompok kelar deh liburan kalian.

Walaupun itinerary-nya dibuat sangat singkat, masih tidak sama dengan pemudi paruh baya lainnya pada kesempatan kedua di Vietnam ini ada hanya ada wishlist non ambisius yang sudah dibentuk sedemikian rupa. Mulai dari kota yang ingin kuliner yang wajib dicicipi, buah tangan buat diri sendiri, nyari teman di Couchsurfing yakni penduduk lokal Vietnam buat nemenin di Hanoi sampai pada tujuan utama dari misi ke Vietnam yakni menikmati budget cruise di Halong Bay. Dengan beberapa wishlist tersebut maka terciptalah Itinerary Vietnam yang sangat apik dan ciamik dan masih tersimpan rapih di Googledocs.

KENAPA NEGARA VIETNAM UNTUK KEDUA KALINYA?
Bahkan untuk ketiga kalinyapun saya rela buat balik lagi ke Vietnam. Rela nunggu 12 jam transit dan berakhir tidur di bioskop Changi buat terbang besok pagi, rela ke Ben Thanh Market cuma buat nongkrong di toko kopi Vietnam yang pedagangnya asli Saigon tapi malah ngerti banget bahasa Indonesia. Rela ngantri buat naik sleeping bus yang berantakan, jorok dan bau aroma ga mandinya demi ngejerin Sunset Sund Dunes Tour di Muine.

Buat saya pribadi kerelaan di atas cukup menyenangkan, walaupun bukan tipikal perjalanan fancy apalagi backpacker yang penting bisa happy menikmati sekeliling dengan cara sendiri. Ada ga faktor lain yang menarik saya kembali ke sini? Ada banget! Saya jelaskan beberapa hal di sini:

THE DELICIOUS HERB IN TOWN
Kulineran di tujuan wisata itu penting terutama di Negara Asia, kalo ga makan nanti lelah kalo lelah yah ga bisa explore tempat wisatanya dong. Yang pertama kali harus dilakukan saat menginjakkan kaki di Saigon adalah mencari Banh Mi di pinggir jalan mana saja, lebih enak soalnya lebih jorok heu heu. Kalo Pho dan Fresh Spring roll bisa dicari di beberapa restoran yang harganyapun tidak terlalu mahal.

Beda dengan Saya yang sangat menyukai sayuran Desire tidak menyentuh sayuran sama sekali, sayang banget padahal makanan di sini tanpa herb yang mereka sajikan di atas meja dengan fresh rasanya ga bakalan selezat itu. Berikut beberapa jenis herb yang bisa ditemukan di hampir semua makanan Vietnam: Chives (persis dengan kucai), Spearmint & peppermintCoriander (sejenis parsley), detail mengenai herb tersebut bisa kalian cek di sini.

KULTUR & SEJARAH
Lokasi yang sudah dilestarikan oleh UNESCO sebagai World Heritage Site adalah yang menjadi incaran pertama saya, menarik karena pasti kaya akan budaya dan sejarah. Dari mulai Halong Bay yang menjadi goals saya dari awal sampai beberapa lokasi di Hoi An seperti kota tua Hoi An dan My Son. Area yang dilestarikan dan peninggalan sejarah lainnya memiliki benang merah yakni 'peperangan' karena memang Vietnam memiliki sejarah perang terlama yakni sekitar 18 tahun.

Mampir ke Negara semacam Thailand dan Vietnam siap-siap untuk menggunakan gesture khususnya di Negara Vietnam yang notabene penduduknya tidak bisa berbahasa Inggris. Siapin internet lokal biar ga nyasar atau ga salah paham dengan bahasa lokal. Manalagi di Vietnam itu budaya Cina berasa banget, soalnya memang dikuasai Cina hampir 1000 tahun makanya agamanya didominasi oleh agama Buddha. Etapi, kok ada katedral Basilika Notre-Dame disebelah Kantor Pos Saigon yah? Wah, ternyata Perancis juga pernah menguasai Vietnam selama beberapa tahun makanya ada agama Katolik dan Roti Baguette yang digunakan sebagai Patty Banh Mi.

THE MOST UNFORGETTABLE MOMENTS...
Duc dan Vuong menjadi representatif dari penduduk lokal Vietnam yang melengkapi perjalanan ini. Dua orang yang sederhana ini saya temukan di Couchsurfing, banyak cerita menarik yang mereka berikan mulai dari legenda Danau Hoan Kiem, obrolan bagaimana perasaan mereka hidup di Negara komunis, hingga tempat makan Pho yang paling enak se-Hanoi yang ga bakalan terlupakan seumur-umur.

ITINERARY VIETNAM KALI INI BEDA GAK DARI SEBELUMNYA?
Sama seperti tahun lalu, tetap mampir ke Saigon dan Muine tapi selebihnya beda banget! Rute Vietnam kali ini seru, karena kedua kota yakni Danang dan Hoi An dipilih secara dadakan dan impulsif saat sedang bersantai McDonald's sebelah Kantor Pos Saigon. Bocoran itinerary impulsifnya kira-kira seperti ini: Saigon - Muine - Saigon - Danang bersamaan dengan Hoi An - dan berakhir di Hanoi untuk mampir ke Halong Bay. Kenapa Hanoi dan Halong Bay dipilih menjadi destinasi akhir? Karena tempat itu dipersiapkan sebagai puncak dari perjalanan ini, terus hasilnya lebih dari ekspektasi yang kami bayangkan.

UNEXPECTED THINGS
Dari Jakarta udah menggumam sendiri, please do not expect Halong Bay so much and yes I did it! Desire pun sudah saya wanti-wanti Desire untuk tidak terlalu berekspektasi terlalu tinggi but this is actually not bad kecuali pelayanan one day budget cruise yang kami ambil. Soalnya ya memang dengan harga Rp350,000 itu, cruise macam apa sih yang terbayangkan dibenak netizen budiman? Pastilah budget cruise, yang semacam budget airlines gitu bukan?

Karena yah one day tour budget cruise ini apa adanya, dan makanan yang tersediapun apa adanya (tolong nitizen jangan dihina namanya juga usaha). Tapi nih, menurut saya di cruise tetangga (diparkir menempel di budget cruise saya, hiks) yang beneran mewah saya yakin ga bakalan nemuin live dagelan kaya yang ada di budget cruise kami ini.

Dagelan pertama: Ada sekelompok pria dan wanita Korea yang berdecak kagum sepanjang budget cruise berlayar karena mereka sangat berisik saya yakin percakapan mereka jika diartikan seperti berikut ini: eh waw, gelak kerena banget nih tempat beda yah sama di kampung kita adanya pepohonan ya ga Hwan Hyun ya kali ya Su Sun (moon maap, nama pemeran dagelan di sini hanya tebakan semata).

Dagelan kedua: Ada satu pria dan teman wanitanya dari perawakannya seperti Oom dandy asal Italia, yang memikili hobi memotret, membawa kamera, sesekali memotret pemandangan, penumpang lainnya dan berkali-kali memotret teman wanita yang bak model itu sambil berkali-kali ngebacot: that's rite you're look good on that. 

Dagelan ketiga: para bocah millennials dari Amerika, jumlahnya ada 6 orang berpasang-pasangan beberapa kali terdengar sedang tertawa entah apa yang jadi objek lelucon mereka beberapa kali sedang berbahasa Inggris dan mengatakan hal yang menyebalkan seperti: "OMG, the toilet is so disgusting" sambil mencak-mencak. Moon maap nih, netizen tau kan gimana ke-higienisan makhluk hidup di atas tersebut?

Seru kan? Ketiga dagelan tersebut bagaikan popcorn, cemilan di saat kami sedang menikmati tontonan paling indah selama hidup kami yakni menyaksikan matahari tenggelam di atas budget cruise di seberang benua Indonesia.


On the Budget Cruise


Sunset yang bikin lope-lope di udara

Sunset telah habis, dagelan 1, 2 & 3 tampak bahagia begitu juga kami berdua. Agar semakin khusyuk, sambil menarik nafas yang dalam saya berdoa dan berterima kasih karena perjalanan puncak kali ini berakhir dengan penuh ketenangan.

Terima kasih Vietnam dan pencipta-Nya, sampai ketemu di lain waktu.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.