#Trip360 - Berburu Belgian Cokelat di Brussels

Datang ke Negara ini rasanya seperti mampir ke sebuah kerajaan, bangunan Heritage-nya yang mewah dan gagah sempet ngebuat saya yang memutuskan tidak mandi dari Paris merasakan "Wah" yang luar biasa. Beda seperti Belanda yang terlihat vintage, Belgia memiliki cuaca yang jauh lebih hangat dari Amsterdam namun anginnya terasa sangat kencang di saat winter ini.

Kali ini kami menetap di Hotel Scandic, posisinya dekat dengan Alun-Alun kota.
Karena hanya punya waktu sehari untuk menghabisi kota Brussels maka begitu sampai ke hotel kamipun langsung berburu lokasi-lokasi seru yang bisa dijajaki seharian penuh. Lokasi klasik yang juga dikunjungi oleh turis lainpun ikut kami singgahi, karena kebetulan lokasi-lokasi klasik itu juga dekat sekali dengan hotel.

Dari Amsterdam kami naik kereta dari Schipol Airport menuju Rotterdram, dari Rotterdram kami menaiki kereta lambat dan hanya beberapa jam saja kamipun tiba di Stasiun Brussels Centraal. Lagi-lagi perjalanan kami di Kota Brussels sangat dibantu oleh Aplikasi Maps canggih milik Google.

Muka kusut belum mandi + ketinggalan kereta hanya beberapa menit
yang impact-nya harus nungguin kereta yang sama sejam kemudian (untung open ticket)
Dari Rotterdam kami menaikin kereta Intercity ini,
keretanya lambat gitu deh
Ternyata hasil dari telat adalah pemandangan yang indah ini, wow!
Dan, sampailah kami di stasiun kereta Brussels Centraal ini. Awalnya agak bingung harus exit dari pintu sebelah mana. Tapi dengan mengikuti petunjuk dari Google Maps dan petunjuk arah yang ada di Stasiun jadinya tak sesulit itu deh.

Pintu Exit utama Stasiun Brussels Centraal
Jika ingin menuju ke alun-alun Kota Brussels, keluarlah melalui pintu utama stasiun ini. Dan melalui pintu ini jarak Hotel Scandic pun sangat mudah ditempuh hanya dengan berjalan kaki.
Ah ya, biasanya saya mengumpulkan tumblr Starbucks setiap Negara dan tumblr Starbucks di Negara yang satu ini sangat terbatas jadi cobalah berburu tumblr di beberapa stasiun kereta walaupun agak mahal setidaknya kalian menemukan apa yang kalian inginkan *tsah!

Stasiun Kereta Brussels Centraal
Shopping Centre
Setelah Check-in dan membersihkan badan sekedarnya kamipun melanjutkan perjalanan, dan tempat pertama kali yang kami tuju adalah ke Flea Market di Jeu De Balle letaknya tidak jauh juga dari Hotel Scandic. Kalau kalian menyukai barang-barang vintage, tempat ini cocok sekali dikunjungi saya sendiri memutuskan untuk tidak membeli apapun berhubung 80% barang di sini adalah barang pecah belah maka akan susah untuk dibawa ke Indonesia.

Jadi yah, setelah menyisiri Galleries Royale St. Hubert Brussels yang memang isinya kebanyakan barang branded kamipun berfikir (khususnya saya sih) untuk tidak membeli apapun di sini. Karena apa? Mahal sodara-sodara. Hampir hopeless mencari titipan orang tua, dan akhirnya bahagia ketemu sebuah Shopping Centre untuk kita-kita si "kelas menengah ngehe" ini yakni Anspach Shopping Center. 
Kalau ada ketemu brand lokal yang namanya Celine buruan mampir yah, soalnya mereka punya koleksi sepatu dari mulai ankle boots, sampe boots setinggi paha bisa diketemukan di sini dan biasanya saat winter toko ini akan memberikan diskon 50% atau lebih.

Flea Market di Jeu De Balle

            
Cara kami untuk menempuh beberapa
tempat dengan cepat
Galleries Royale St Hubert yang ngintip di displaynya aja udah bikin jiper
untuk masuk ke dalam tokonya
Cecil, merk lokal yang menjual berbagai macam boots dan tas wanita
awas khilaf!
Bangunan, Museum di Brussels
Di Amsterdam dan Brussels banyak terdapat jalanan atau gedung yang digunakan sebagai media untuk mewarnai (mural) oleh beberapa seniman jalanannya. Saking banyaknya, di Amsterdam sampai dibuat tour art street loh tapi sayangnya di Amsterdam saya tidak menemukan Art street tersebut. And lucky me, Art street dengan taste yang berbeda tentunya dari Amsterdam malah saya temukan di Belgia ini.

Art Street di salah satu jalanan yang ada di Kota Brussels

Mural art lainnya di sudut gedung perkantoran yang ada di
kota Brussels
Lagi lagi Mural

Akhirnya tiba juga di Museum Komik, isinya mostly Tin Tin.
Ini tempatnya lucu wajib dikunjungi. Jangan tanya kenapa saya
malah foto bareng smurf :|
Abaikan tampang ga mandi di atas, disebelah belakang asik loh
buat main bareng burung merpati
Salah satu gedung yang ada di Kota Brussels
Ini dia Icon Kota Belgia, Manneken Pis!
Dan tibalah kami di tempat paling banyak dikunjungi oleh turis lainnya, tarraaaa iyak betoool Manneken pis, entahlah kenapa harus patung bocah pipis ini yang terkenal di sini. Tapi menurut wikipedia dan dari desas desus disekitar, patung ini dibangun oleh seniman lokal dan patung anak kecil yang lagi pipis ini dulunya adalah penyelamat di saat perang di Abad ke - 14. Rahasia lainnya dari patung Manneken Pis ini bahwa si patung kecil ini ternyata memiliki kostum yang disimpan di Museum Grand Place, jadi jangan kaget kalau di beberapa momen tertentu patung kecil ini akan menggunakan kostum dari beberapa Negara.

Coba liat ini kenapa rame-rame? 
Oh, ternyata lagi pada ngincer bisa motret si Manneken Pis

Liat patung Manneken Pis ini rasanya pengen marahin ini
bocah, lha pipis kok sembarangan!
Setelah ini mampir ke Jeanneke Pis, ini kenapa bocah yang sama-sama pipis ga sebelah-sebelahan aja sih malah terpisah gini? Jadi, Jeanneke Pis itu adalah patung bocah yang sama sedang pipis juga hanya kelaminnya berbeda jadi yang satu ini ga berdiri doih jongkok dong *awkward*.

Mereka berdua, Manneken dan Jeanneke Pis sama-sama dibanggakan karena terbuat dari bahan perunggu. Akses menuju Manneken Pis sangat mudah, berbeda dengan Jeanneke untuk menempuh ke tempat ini kami harus melewati beberapa restoran Spanyol dan melewati beberapa pemuda mabuk dan bahkan melewati beberapa Scammer yang sedang bekerja memperdaya turis.

Ini bocah lebih kasian lagi dari bocah sebelumnya, dia
malah dikurung dong :|
Nduk, kok kamu pipis senyum-senyum gitu sik!
Yuk jalan lagi ke lokasi lainnya!

Dan ternyata makin jauh berjalan makin ketemu jalanan yang rada
gersang, abaikan muke belum mandi saya yah!
Btw, dari satu lokasi ke lokasi klasik lainnya cukup dengan berjalan kaki saja loh ditempuhnya. Menyenangkan bukan, sekalian olahraga dan melatih seberapa kuat sepatu saya bertahan. 


Abaikan modelnya, liat deh kemegahan bangunan
di sini
Berada di tengah keramaian Grand Place yang megah adalah salah satu bentuk kebanggaan bagi orang yang belum pernah melihat arsitektur heritage megah seperti ini. Konon katanya, di setiap Natal dan Tahun Baru Grand Place menghibur pengunjung dengan adanya "Winter Wonder" tapi sayangnya di tahun ini saya ga menemukan hal itu hiks. Tenang aja, karena fokus lainnya adalah apa sodara-sodara? Iyaaaak belanja pesanan orang tua :') Biar ga dikatain anak durhaka maka setelah berpose di beberapa jalanan dan Bangunan yang keren kamipun memotong jalan menuju ke Shopping Centre, yeay! Dan, oh! Disekitaran Grand Place kalian bisa mengakses wifi gratis lho, penting banget kan? Hahahaha.

Makanan Khas Brussels
Apalagi kalo bukan cokelat, cokelat, cokelat! Walaupun kaki udah mulai nyeri dan sepatu udah teriak-teriak minta istirahat, tetep kami tidak gentar. Mampir sebentar untuk mengisi perut di restoran asli Belgia dan oh wow apa yang terjadi? Dia menggunakan bahasanya sendiri, yap! Bahasa Perancis, which is akhirnya saya dan teman saya bingung harus memesan apa dan taraaaaaa muncullah sepiring besar Makaroni panggang (ternyata makanan yang disebut aneh itu adalah Makaroni Panggang yang ini mah banyak di Jakarta :|).

Selama beberapa hari di seberang Benua ini, makanan yang kami makan itu kebanyakan adalah fastfood selain mudah diperoleh aman dimakan dan aman di dompet juga. Dan karena porsinya hampir dua kali lipat dari makanan yang ada di Indonesia, makanan itupun kami simpan untuk bekal di perjalanan (suhu dingin saat winter biasanya membuat tubuh mudah kelaparan).

Belgia itu terkenal dengan kenikmatan Cokelatnya, jadi inget pernah kerja bareng brand Eskrim yang katanya dari Cokelat Belgia asli. Nah, selain minuman cokelatnya yang konon katanya enak banget kalian juga bisa mencicipi cokelat dari Waffle yang banyak dibeli oleh pengunjung, jangan khawatir karena di sepanjang jalan Rue De Chene ini kalian bisa mendapatkan Waffle dengan harga murah, hanya 1€ lho! Tapi, ternyata dengan 1€ kalian hanya mendapatkan Waffle polos ga pake cokelat nah rogoh kocek sedikit untuk mendapatkan Waffle dengan lumeran cokelat dan campuran lainnya (harga Waffle dengan topping berbagai rasa itu 5€, mahal sih. Iya!)

Tuh kan katanya 1 Euro, bohong diaaaa!
Wohooo, gulaaaaa
Cokelatnya enak, ga bikin batuk dan ga terlalu manis. Pas!
Menu dengan bahasa yang ga dimengerti, dan ternyata adalah
Makaroni panggang :|
Yah kasian si Paul di kaki lima :p
Banyak makanan seafood ala meksiko disekitaran Jeanneke Pis,
Guys hati-hati di sini banyak Scam.

Angin kencang, suhu 5 derajat Celcius wajib beli kentang
rebus pinggir jalannya Brussels biar anget.

Cokelatnya banyak, dijual pergram murah!
Nah, ternyata kasir di toko Cokelat ini adalah orang Ambon.
Lumayan deh cokelatnya ditambahi karena tau kita orang Indonesia :D
Jajanan malem, telusuri aja

Transportasi
Untuk transportasi yang digunakan di dalam kota itu sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan jika kalian ingin berkeliling Brussel saja, selain tidak terlalu besar lokasi wisata yang bisa dikunjungi turis itu ditumpuk di satu area sehingga tidak menyulitkan para turis.

Selain itu, Belgia juga memiliki penyewaan sepeda. Informasi mengenai ini sangat sulit diperoleh, dan biasanya setiap parkir ada biayanya lagi.

Transportasi luar kota, sebelumnya dari Amsterdam ke Belgia kami menggunakan Intercity nah beda lagi dengan transportasi ke Negara setelah Belgia ini. Kami menggunakan kereta Thalys, salah satu kereta yang paling bagus di Eropa, kereta cepat dan sedikit mahal. Keuntungannya dilengkapi dengan wifi.

Bye Belgia!
Thalyst and the rising shadow

Sepedaaaaa.


Tips lainnya dari saya:
  • Karena sekali lagi, biar ga blank-blank banget di tempat baru alangkah baiknya kalian mengaktifkan internet untuk mengetahui dan kemana kalian akan melangkahkan kaki.
  • Tidak ada masalah untuk berlibur ke Belgia saat winter, hanya saja di kota yang terlalu kecil ini kalian cukup menghabiskan waktu sehari tanpa menginap kok (jika kalian kuat dan melanjutkan perjalanan via kereta ke kota lain).
  • Di suhu 7 derajat Belgia, saya merekomendasikan pakaian yang dilapis 3 bagian dengan bahan heattech demi kesehatan anda selama bertualang :p
  • Belgia sejauh yang saya jalani aman, uang, kamera dan harta benda lainnya bebas digunakan hanya saja harus tetap waspada yah.
  • Untuk transportasi, jika ingin menempuh lokasi dengan bus atau trem jangan khawatir untuk membeli tiket langsung di supir Trem/Bus tersebut. Tidak seperti Amsterdam yang memiliki tiket seharian, ongkos Trem/Bus di Brussels ditarif setiap kali kalian naik untuk perorangnya dengan harga 2,4€ saja.
  • Kalau kalian menginap sehari di Brussels, jangan lupa mampir sekitaran Rue Des Fripies dan kalian akan menemukan banyak jajanan malam di sepanjang jalanan tersebut.
  • Bagi kalian yang ingin berbelanja yang buanyak, perhatikan barang-barang yang akan dibawa pulang ke Indonesia (waspada Bea masuk, cabut barcode dan segala penanda barang barunya). Untuk penggunaan Kartu Kredit lebih baik gunakan Mastercard yah di Eropa konversinya lebih murah Rp. 200 dari Visa.
  • Saya menargetkan untuk mengeluarkan uang perharinya sebesar 50€, sudah termasuk makan, transport dan belanja pernak pernik. Sesuaikan pengeluaran kalian jika ingin berlibur lebih dari seminggu yah :)
  • Untuk menghemat makan, jangan lupa sharing dengan teman yah. Jangan khawatir, porsi makanan di Eropa cukup gede kok :D
Biaya selama di Brussels:
- Transportasi Trem/bus: 2,4€
- Makan Makaroni Panggang: 10,6€
- Waffle: 2,75€
- Cokelat: 2,145€
- Baju: 10€
- Pulsa: Rp. 62.500
- Hotel/malam: Rp. 1.060.000 (dua orang)

#Trip360 - Berburu Belgian Cokelat di Brussels #Trip360 - Berburu Belgian Cokelat di Brussels Reviewed by Anggie Hasibuan on Januari 14, 2016 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.