#trip360 - Transit di Frankfurt

Dari dulu ga kebayang sih akan menginjakkan kaki ke Negara ini, jangankan membayangkan bermimpi aja belum.

Dan berhubung untuk menuju Negara yang akan kami tuju harus melewati dua bandara, yakni; Changi dan Frankfurt am Main Sud maka diharuskan untuk menjaga stamina dengan baik. 
Perjalanan kali ini memakan waktu 13 jam lebih, setelah berpindah maskapai tentunya. Dari Jakarta, karena Lufthansa Indonesia tidak beroperasi lagi maka transfer dengan menggunakan maskapai yang satu grup dengan staralliance dan masih beroperasi di Indonesia juga salah satunya Singapore Airlines.

Karena baru pertama kali menggunakan maskapai dari grup StarAlliance, menurut gw kedua maskapai ini sangat membanggakan. Singapore Airlines sajian film-filmnya uptodate banget, minus di makanan sih. Sedang Lufthansa sendiri film-film yang disajikan ga menarik hanya saja makanannya oke banget. Untuk hiburan sih sayang, karena 13 jam perjalanan itu dihabiskan hanya di dalam pesawat yakni dengan Lufthansa tersebut.

Kalian bisa memilih makanan halal dan non halal di pesawat ini.
Makanan pertama, compliments dari Lufhtansa yang pertama dan sewaktu booking online pesawat bisa langsung dipesan karena ada tiga pilihan: halal, haram (pake wine) atau vegetarian. Ada yang bilang makanan di maskapain ke Negara Uni Eropa biasanya rasanya hambar yang enak tuh cuma di maskapai seperti Emirates atau Etihad, tapi kenyataannya engga tuh di Lufthansa makanannya oke semua.

Makanan berikutnya:

Ini sepertinya sarapan deh, udah lelah tidur bangun-bangun dapet
beginian.
Nah, untuk minuman kalian bisa minta sepuasnya selama 13 jam perjalanan tersebut. Termasuk buat kalian yang minum minuma beralkohol, dari Wine hingga Baileys disajikan sepuas-puasnya.

Sesampainya di Frankfurt Am Main Sud, dengan berbekal kesotoyan bertanya dengan agent Lufthansa kamipun masuk ke bagian transit yang jauhnya Masya Allah bikin kaki remuk. Ditambah saat keluar dari pesawat dinginnya sampe bikin pilek. Di ruang tunggu banyak booth pretzel yang dijual seharga 2,5€ dan pretzel tersebut ngatung-ngatung tanpa tutup atau tudung saji.

Penampakan Frankfurt Am Main Sud:

Bandaranya seperti ini
Masuk di Gate-nya Lufthansa dengan penerbangan kami ini harus berhadapan dengan beberapa pintu. Yang pertama pintu imigrasi, berhubung gw cuma berdua tanpa tour pula habislah gw ditanya ini itu sampe dikira mau menetap di sini karena dikira TKI daaaaan disuruh tunjukin return tiket. Karena gw males yah nunjukin return tiket, yaudahlah gw bilang aja "i follow her, you know guys". Terus langsung deh diizinin masuk.
Pemeriksaan kedua tuh lebih ketat sih, jadi barang-barang yang kita bawa terutama handbag diperiksa satu persatu oleh mereka sampe tanktop doraemon gw yang menyimpan uang dan kartu kreditpun diperiksa.

Kelar dari situ, langsung menuju gate untuk terbang ke tempat tujuan berikutnya.

Satu hal yang paling menyenangkan di penerbangan transit ini adalah makanannya. Penerbangan dari frankfurt meskipun pesawatnya semacam lion Air (kecil dan sempit) dan harus sabar menghadapi bau-bau keteknya para bule, tetep disajikan cemilan enak kaya gini.

Musli Yoghurt, bingung cara mengejanya gimana. Awalnya
bingung menggabungkan antara yoghurt dan sejenis
chocochrunch kedalam satu wadah itu gimana. Akhirnya ngerti
dan ternyata rasanya enak euy!
                                   
Rasanya benar-benar tiada tara

Berhubung masih pagi, compliments dari Lufthansa kali ini adalah Plain Yoghurt plus campuran cokelat dan gandum yang kalo dicampur rasanya surga banget.

Wah, udah sunrise nih. Saatnya berangkat ke tujuan berikutnya. Btw, sunrise di sini mudah banget ditemuin soalnya jam 8 an gitu baru sunrise.
Sunrise dari Bandara Frankfurt Am Main Sud
Sampai ketemu di perjalanan selanjutnya 🙌🏻🙌🏻

#trip360 - Transit di Frankfurt #trip360 - Transit di Frankfurt Reviewed by Anggie Hasibuan on Desember 29, 2015 Rating: 5

1 komentar:

Febry Danovan mengatakan...

Ditunggu cerita selanjutnya..

Diberdayakan oleh Blogger.