Fearless

Say hi kepada ketakutan.

Aku punya ketakutan, setiap orang juga begitu. Masing-masing ketakutan memiliki porsinya tersendiri. Ada yg ringan, ada yang kadarnya setengah dari ketakutan terberat, kemudian yg paling besar porsinya adalah ketakutan tingkat atas; berat.

Tahukah kalian kenapa ada rasa pahit pada indera pengecap, yang letaknya dibelakang lidah, sedang ada juga rasa manis yang letaknya berada di pangkal lidah?
Mungkin agar manusia tidak terbuai dengan manisnya awal-awal saja. Harus mempersiapkan rasa pahit pada tempat yang paling belakang agar tidak mudah jatuh ke dalam lubang bernama kesedihan.
Namanya juga pilihan hidup, apapun pilihannya kita tidak akan pernah tau akan berakhir seperti apa, bisa jadi ketakutan yang dirasakan hasilnya pahit bisa jadi ketakutan yg dirasakan hanya mitos semata.

Dan ketakutan kalian seperti apa? Aku sendiri mulai takut jika perasaan yang menyenangkan akhir-akhir ini suatu saat akan aku lupakan begitu saja, membayangkannya hilang begitu saja aku tidak sanggup. Untung saja masih bisa bangun dan tersadar, ketika ketakutan ini muncul berulang kali ada kata pahit dan manis yang bisa aku dan kalian latih mulai dari sekarang. Pahit dan manis yang akan mengajarkan kalian lebih kuat dari superhero manapun, karena superhero cuma fisiknya saja yang kuat hatinya sih belum tentu *anjis garing*.

Ketakutan lainnya adalah, saat perasaan yang aku anggap menyenangkan ini habis dimakan usia. Takut bertambah usia, karena ketika usia bertambah pupuslah semua keinginan bersama.

Jadi, apa itu takut? Ga ada dong ketakutan, yang ada hanya proses melaluinya yang bisa jadi pahit kemudian menjadi manis ketika dijalani.

Tidak ada kata terlalu tua kan untuk merasakan hal seperti ini? :)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.