Denpasar dan Para Pekerja Melankolis - Day 2

Judulnya panjang sih, tapi ini penting. Karena aku, Rae, Anin, Angga, Atut memang segelintir para pekerja melankolis di Ibukota yang butuh liburan akut di tengah kepadatan deadline, dan berencana travelling bareng ke Denpasar.

Dan di hari kedua ini kita bangun kesiangan. Rencananya sih banyak, tapi apa daya itinerary yang udah direncanain jauh-jauh hari dari Jakarta berubah total, yang namanya manusia tidak luput dari kekhilafan dan kelabilan :p
Kita mengarahkan diri ke Kuta, ngintip pantai dikit dan khilaf lagi ke Mal. Sambil menanti mobil sewaan kita pun menemukan restoran kece yang sebelumnya udah aku sebut di perjalanan hari pertama.


Sekali lagi, No Filter diambil dari salah satu Restoran di kawasan Kuta - Beachwalk.

Mobil sewaan udah ada dong, kita sewa mobil sampe 3 hari ke depan dan patungannya hanya Rp. 85.000. Murah kan? Iya, kalo berkomplot emang biaya apapun jadi enteng tapi ga seenteng hati ini sih.

Kemudian, roda meluncur ke arah Ubud. Tanpa nyasar, berkat maps yang ada di handphone canggih kita. Yak, ini baru handphone canggih. Pertanyaannya? Berhasilkah kita menemukan penginapan di Ubud? On the spot tanpa booking membooking sebelumnya? Dan petualangan kami si para pekerja melankolispun di mulai.

Masuk ke Jl. Monkey Forest. Nanya ke sebuah penginapan bernama 'Pondok Frog Bungalow' homestay ini bagus, tapi hanya tersedi satu kamar saja, harganya juga murah hanya Rp.200.000 untuk bertiga. Tidak ada pemandangan dan tidak ada hal menarik lainnya, dan kita memutuskan untuk mencari penginapan lain. Meeting point kita bersama temen lainnya, Atut dan Frans tepat di bawah pepohonan Monkey Forest. Pertemuan kami dibuyarkan oleh para monyet-monyet nakal, bermuka innocent yang akan diam-diam mengambil apa saja yang digunakan manusia, sendal misalnya. Atut dan Frans seakan menjadi malaikat, sebelum mereka datang kita udah muterin Ubud nyari penginapan kece dan terjangkau, dan sewaktu mereka muncul kita di tunjukkan ke jalanan dipenuhi penginapan. Namanya Jl. Bisma, dibeberapa tempat ini direkomendasikan oleh beberapa backpacker untuk dijadikan tempat bermalam selama di Ubud. Kita memutuskan untuk menetap di Shanti Homestay, per-malamnya hanya Rp. 150.000 saat itu kami bertiga, tempat tidurnya lebar, kamarnya luas, ada wifi, pekarangannya penuh dengan tanaman dan pepohonan, pagi harinya kalian akan menikmati suara burung berkicau, ayam, jangkrik serta semilir angin yang pelan-pelan menghembus menyentuh dedaunan, pagi yang hangat dan menyenangkan apalagi disambi dengan ngeteh. Aku ingin balik ke Ubuuuud!

Homestay di Jl. Bisma ini cukup banyak, bagi kalian yang ingin mencari penginapan langsung silahkan menelusuri penginapan ini satu - persatu dengan bersabar tentunya :)
Oh iya, sebelum masuk ke Jl. Monkey Forest ada penginapan yang menyediakan swimming pool Hotel 'Tegal Sari' per-malamnya Rp. 300.000. Silahkan bermalam di sini untuk menikmati suasana yang lebih nyaman dan ber-budget lebih.

Selamat Datang di Homestay Shanti, letaknya di Jl. Bisma tidak jauh dari Jl. Monkey Forest.
Hotel kece, tapi harganya ga kece, adanya di Jl. Bisma juga nih.
Ini hotel kece, lupa namanya. Semalemnya itu bisa sejutaan. Sekian! :3

Jalan menuju Home Stay Shanti ada rumah, bentuknya beginian. Agak mistis.

Dan ini pekarangan di Home Stay Shanti.

Makan siang, dan kita muterin tempat makan ke Tegal Lalang di tempat ini sawah masih hijau dan teratur indah. Ketemu tempat makan yang sekaligus penginapan, yg fyi nih penginapannya seharga $88 aja dong. Tempat ini ga direkomendasiin buat kalian yang sedang bepergian sendiri, karena lokasinya jauh, dari Ubud, dan viewnya kurang menarik untuk sendirian, kecuali anda memang traveller yang suka liat sawah-sawah tapi ga ada pemandangan apapun selain sawah, udah sawah aja ga lebih, ga pake chemistry.

Kemudian perjalanan kami masih berlanjut, walaupun dengan Anin yang kena campak. Setelah diskusi panjang lebar, akhirnya Anin sepakat untuk ngecek penyakit yg diduga campak ke sebuah Rumah Sakit di bilangan belah mananya Ubud gitu. Ada beberapa hal di saat perjalanan direncanakan, yang tidak sesuai seperti apa yang direncanakan. Ada beberapa hal yang di uji, ada beberapa hal yang sesuai dan tidak sesuai, dan ada beberapa hal yang perlu dimengerti dan tidak diambil pusing. Jika mau berpetualang bersama teman, silahkan lakukan, kalian akan menemukan sisi lain dari teman kalian yang tidak akan kalian temukan sebelumnya :)

Jangan lupa singgah ke warung eskrim 'Gelato Secret' di Ubud! Ini wajib, kudu, dicicipi, rasa eskrimnya asli bahkan ada yang tidak menggunakan susu diolah dari bahan alami sesuai dengan rasanya. Dan lime eskrimnya sungguh sangat segar meskipun sangat asem :3

Baru kali ini suka eskrim, dan rasanya tiada tara :3
Seperti inilah pemandangan interior di Gelato Secret ini.
Boleh kali nampang sekali-kali kaka :3

Jadi, kita masih lanjut ga nih setelah Anin check up ke dokter masalah kesehatannya? Rencananya sih mau bawa pulang Anin ke penginapan, tapi ga tega masak cuti harus bed rest, dan akhirnya kita melangkahkan diri ke sebuah cafe bernama 'Kebun Cafe', namanya doang sih yang merakyat makanannya ga merakyat sama sekali. Cafe ini berbau Italia, menunya, design serunya sampai tamu-tamunya juga *lah gw dong baunya Italy*. Masih menikmati cafe Kebun, menikmati interiornya yang keren. Perut gw yang moncor-moncor ga jelas masih mules ga berujung, Anin masih keliatan lesu, kita ber-lima kelihatan kurang bersemangat menikmati suasana di tempat ini dengan sisa-sisa energi yang kita miliki.

Kebun Cafe di sekitaran Jl. Hanoman nih

Tempatnya nyaman, cocok sih buat ngobrol dari hati ke hati .
Minta putus misalnya :3

Besoknya, kita muter-muterin Ubud lagi nyari tempat makan. Ga lupa juga untuk nge-browse sana sini untuk nyari tempat makan yang recommended di daerah Ubud, biasanya sih nyari yang viewnya bagus dan ketemulah kita di sebuah Restoran yang katanya udah ada sejak zaman Belanda namanya 'Murni's Cafe', ada bar sekaligus restoran di sini. Viewnya bagus, dekat dengan jembatan dan bisa melihat sungai secara langsung, masih merasakan hawa ketenangan dan meditasi, restoran ini bener-bener nyaman meskipun rasa makanannya tidak begitu lezat, tapi harga sesuailah dengan view yang sudah memanjakan mata kita :')

Ini posisinya oke nih! 

Selamat makan! Early Lunch!
Masih ada hari ketiga dan kita harus menjaga kondisi dan energi ini, agar semua tempat dapat kita telusuri. Doakan kami yah di hari berikutnya!
Denpasar dan Para Pekerja Melankolis - Day 2 Denpasar dan Para Pekerja Melankolis - Day 2 Reviewed by Anggie Hasibuan on Maret 22, 2013 Rating: 5

3 komentar:

FPerdhana mengatakan...

" Jika mau berpetualang bersama teman, silahkan lakukan, kalian akan menemukan sisi lain dari teman kalian yang tidak akan kalian temukan sebelumnya. "
in bener banget sih kakak hehehe, apalagi kita jadi lebih tau mau ngajak temen seperti apa yang oke buat berpetualang bareng..
*uhuk

Anggie Hasibuan mengatakan...

Yoi banget! Tapi g ada salahnya kok untuk mencoba travelling dengan orang baru :)

Loves Your Works and Works Your Love mengatakan...

gak ada foto-foto telanjang sih... -_-*

Diberdayakan oleh Blogger.