Drama Dunia Mimpi.. - #31

Kesukaanku terhadap senja tidak akan berakhir secepat aku mengeluarkan nafas dari mulutku, atau secepat aku menghabiskan segelas air putih yang menjadi favoritku di kala haus. Menyadarkan diriku setiap hari dari kenyataan bahwa senja bukan milikku, sangatlah susah dan berat terlebih menyadarkanku untuk tidak terlalu cepat menangkap kenyataan yang salah. Senja bukan milik siapa-siapa, ada sebuah zat yang maha Kuat yang mengatur setiap kehadirannya. Zat tersebut menciptakan senja yang memancarkan ketertarikan, bukan, bukan hanya sekedar ketertarikan namun lebih besar daripada hal tersebut yang setiap harinya dapat membuat seseorang berfikir diluar batas logis manusia, mengajaknya berbicara, mengubah bentuknya menjadi yang bukan dirinya, mendekapnya, itu adalah hal yang biasa, memohon doa agar orang disekitarnya bahagia adalah diluar kelogisan itu.

Yang t'lah berlalu,
Sadarkan manusia bodoh ini untuk segera menyudahi ketidaksekedaran akan ketertarikannya kepada sosok awan yang tampak indah di sore hari menjelang maghrib itu. Sadarkan manusia tidak sempurna ini untuk tetap kembali dan menatap serta menjalani kenyataan yang memang terkadang tidak enak untuk dicicipi. Cukupkan manusia ini untuk selalu berfikir logis. Berfikir logis bahwa dunia dibalik kenyataan yang sering kita sebut dengan dunia mustahil tidak akan pernah menjadi hal yang layak dipertimbangkan keberadaannya. Mustahil untuk semua yang tidak nyata. 

Perlahan-lahan mundurlah dari dunia nyata, berpijaklah sebentar dibaliknya, dunia yang akan selalu menimangku ketika aku mulai tak berpijak lagi pada bumi. Perlahan-lahan, aku tidak bisa sesegera mungkin untuk kembali ke asal yang terasa hambar.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.