Btw, Demi Ucok itu.. - #5

Jadi, Demi Ucok adalah film yang dibuat oleh sutradara yang sama pada film indie yang berjudul cin(T)a. Uniknya film Demi Ucok ini: ada 10.000 Co produser di film Demi Ucok yang menyumbangkan Rp. 100.000 setiap orangnya untuk membuat film Demi Ucok ini masuk ke bioskop. PS: belum nonton film ini, harus nonton, harus.

Dan pertanyaannya adalah: Ada berapa kata Demi Ucok pada monolog diatas? (ceritanya sok nge-SEO nih, kebetulan temanya pas banget :p)

Nonton trailer-nya aja udah bikin ketawa-ketawa sendiri, dari beberapa tokoh yang main di film ini: Mak Gondut, Gloria, A Cun, saya jadi inget sama tetangga, temen-temen yang ada di Medan. Apalagi adegan pernikahan Batak yang sepertinya setting-nya berada disebuah Jambur, belum lagi adegan inang-inang pada manortor pake disawer duit lagi, lalu satu set babi panggang yang pastinya dihidang untuk upah-upah (semacam syukurannya orang Batak gitu deh). And totally bikin saya kangen Medan dan adat istiadatnya yang menarik itu.

Iya sih, kebanyakan keluarga Batak itu pengennya anaknya menikah dengan sesama Batak apalagi kalau anaknya perempuan, konon katanya biar keturunan Bataknya lanjut terus. Tapi adakalanya marga itu bisa menjadi boomerang buat sepasang kekasih Batak, bahkan kalo marganya sama dan ternyata dilihat dari silsilah Bataknya mereka satu Opung (kakek) bisa-bisa hubungan mereka kandas dijalan lho. Karena marga itu bagi orang Batak sesakral agama, maka peraturan harus dipatuhi kalau ga mau dicoret dari silsilah keluarga.

Untungnya di dalam keluarga saya ga diharuskan untuk menikah dengan orang Batak, kita ga harus mencari Ucok karena pilihannya yah bebas yang penting pria dan baik-baik, malah kedua orang kakak saya yang sudah menikah lebih memilih abang dari Aceh dan abang dari Palembang. Dan saya, masih teka-teki sih (dilarang curhat padahal).

Yak, Horas buat Demi Ucok!

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.