Jam Dinding dan Mesin Pendingin


Musim dingin telah hadir. Semua raga akan bersiap-siap untuk bisa menghadapi dan mengatasinya

bila berlebihan.
Dan malam ini, diruangan berukuran 3x5m ini aku mendengar kalian saling menyaut satu sama lain.

Jam dinding, detakmu begitu mengganggu. Kenapa tak kau hentikan sejenak detak yang mengganggu itu.

Dan, hai pendingin. Kenapa kau tidak biarkan saja si jam dinding untuk terus berdetak. Tanpa kau harus bergemuuh tentunya.

Kalian, dalam satu ruangan yang seharusnya bisa bekerjasama, bukan saling menyahut.
Kapan saatnya kalian bersatu?

Jam dinding, kau tidak seperti pendigin begitu mentari terbit dia akan berhenti bergemuruh dan mendinginkan raga. Dia hanya bergemuruh ketika disuruh mendinginkan, dia pasti emoh untuk mendinginkan, tapi dia harus.
Sedangkan kau jam dinding, kau terus berdetak sampai akhirnya nyawa dipunggungmu habis.

Saat itu, aku ingin menghidupkanmu dan berjanji agar kau tidak berdetak sesaat saja, saat ragaku beristirahat.
Jam Dinding dan Mesin Pendingin Jam Dinding dan Mesin Pendingin Reviewed by Anggie Hasibuan on November 21, 2012 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.