Resign

Ini adalah kali kedua saya Resign dari 2 pekerjaan serius yang saya lakukan. Dan ini kali keduanya saya ngerasa nekat melakukan Resign. Orang-orang disekitar juga pasti bertanya-tanya dan perasaannya juga pasti macem-macem ada yang ngerasa "sedih" seperti saya dan juga ada yang "senang". Dan pertanyaan yang samapun berulang-ulang terlontar "kenapa Resign?".

Alasan saya Resign sendiri mungkin hanya saya yang tahu, saya yang merasakan, saya yang berada di tempat itu, saya yang menjalaninya. Jadi kalau ada seseorang atau beberapa orang diluar profesi saya, bertanya "kenapa Resign" saya anggap orang itu ga mengenal wilayah pribadi / privacy. Yah, saya juga males toh ngejabarin alesannya sama orang-orang di luar ex-profesi saya keadaan apa yang terjadi di situ. Dan saya pribadi paling males kalo harus menjawabnya dengan alesan "CAPEK". Kerjaan mana sih yang ga capek? Lah kok jadi serius? hahah.

Di perusahaan sebelumnya dan di profesi saya sebelumnya mungkin Resign hanya membutuhkan 2 hal mudah, keberanian ngomong dan keberadaan surat resign. Alhasil dalam waktu seminggu urusan Resign cepat kelar. Nah beda dengan perusahaan yang dipegang oleh manajemen yang lebih profesional, di perusahaan terahir ini saya membutuhkan kesabaran dan banyak followup ke kantor pusat yang berada di Jakarta, barulah pengunduran diri kita disetujui, dan itu membutuhkan waktu sebulan.

Pekerjaan itu kayak jodoh, kalo emang cocok sesusah-susahnya, semudah-mudahnya, sejauh-jauhnya pasti ga lari ke mana-mana. Pasti akan ketemu juga. Ga banyak mungkin pegawai-pegawai yang nekat dengan hal kayak gini, mengundurkan diri dari pekerjaannya dan berani mencari pekerjaan yang lain. Tapi, namanya juga orang nekat, sekali nekat yah tetap nekat HIDUP NEKAT :D


Sedikit tips agar Resign mulus (untuk menyemangati beberapa Resigner)
  • Rencanakanlah pengunduran diri kamu sebulan sebelumnya, karena itu penting untuk mempersiapkan diri anda
  • Ambillah cuti yang tersisa (INI PENTING!) ketika proses Resign anda berjalan (bulan terahir bekerja)
  • Cek tagihan, apakah anda mempunyai tunggakad di kantor kalo ada selesaikanlah
  • Di bulan terahir, mulai mengembangkan sayap kemana-mana, kalo ada kenalan minta info tentang pekerjaan yang anda minati
  • Persiapkan TABUNGAN, selama anda masih nganggur ini perlu cyiin :p
  • Persiapkan diri untuk jadi pengangguran dan be Optimist untuk mendapatkan pekerjaan layak lainnya
Resign yang baik adalah resign yang sesuai dengan proses birokrasi kantor, Anda datang tampak muka dan pergi tampak punggung, be a good personality dimanapun anda berada.

5 komentar:

nich mengatakan...

emang penting yah punya planning sebelum mengakhiri kenyamanan saat ini :D

*apalagi tisp "habiskan jatah cuti" itu lho =))

Panji Adrian Al - FaruQi mengatakan...

ngi...napa? semangat yah......

ananta mengatakan...

perlu dicatat ini artikel. walau belum niat resign. hehehe

Anggie Hsb mengatakan...

Bang Nich, Typo yah? Tips bang bukan tisp..Planning nya harus kuat karena kadang emang perusahaan ga mau rugi gara-gara salah seorang pegawainya resign..jd kita si calon resigner juga harus lebih melicik lg.

Pak Gun, hohoho...mencoba keluar dr tempat yg kurang nyaman sajah..semangakkk

Ananta, catet dungs tipsnya membantu..hihih geer

laras_see mengatakan...

saya suka kata2 penutupnya...
betul betul betul
jaga attittude, jangan kabur gitu aja dr tempat kerja walo sesusah apapun proses resignnya ...:)

Diberdayakan oleh Blogger.