Suku Karen Padaung (Suku Kayan) dan Gelang Besinya

Di Provinsi Maehongson sebelah utara Kota Bangkok-Thailand, hiduplah beberapa suku gunung yang berasal dari Burma atau Myanmar. Di antaranya Suku Akha, Suku Karen, Suku Lisu dan sebagainya. Mereka adalah komunitas suku-suku yang memiliki latarbelakang sejarah dan kebudayaan unik. (Harian Global-Saturday, 12 December 2009)
Satu kutipan yang menarik yang aku baca di sebuah surat kabar di kotaku (Medan). Suku Kayan ini memang sangat unik, dibandingkan dari suku-suku kebanyakan di dunia. Mereka mempunyai ciri khusus sebagai pertanda kedewasaan mereka yakni dengan menggunakan gelang besi di leher, pergelangan tangan dan kaki mereka bertambah setiap 2-3 tahun sekali.

Gelang besi adalah kebanggaan dan ciri khas mereka,
Gelang tersebut mulai dipakaikan sejak mereka berusia 5 tahun. Awalnya hanya 2-3 tumpuk gelang, dan setiap 2-3 tahun sekali tumpukan gelang ditambah sampai mereka mencapai usia 19 tahun dimana gelang-gelang tadi digantikan dengan gelang besi yang terbuat dari 1 besi lonjor panjang yang dibentuk melingkar / dililitkan ke leher mereka. Gelang itu bisa dilepas tapi proses pelepasannya sendiri tidak mudah dan hanya dilakukan pada saat menikah, melahirkan dan meninggal dunia.
semakin tinggi leher mereka oleh efek gelang semakin miriplah mereka dengan neneka moyang mereka, burung Phoenix.
Bisa dibayangkan bagaimana keseharian yang mereka lakukan dengan penggunaan gelang-gelang besi mereka, yap mereka makan, mandi, tidur dan bekerja dengan lilitan gelang di leher dan pergelangan kakinya dan jujur ini terasa sangat berat walau hanya melihatnya dengan mata.

Kutipan lain mengatakan mereka (SUKU PADONG) merupakan salah satu suku yang terbuang dari pedalaman Myanmar, mereka menetap dengan berpindah-pindah dan harus kehilangan pendidikan untuk perjuangan mereka hidup di suatu tempat..dan kini mereka menetap sementara di Provinsi Maehongson meski tanpa identitas.

Sekilas Video kehidupan sehari-hari mereka,



Dan ini rentetan foto mereka yang hasil fotonya aku Googling..

5 komentar:

Lisha Boneth mengatakan...

aduuhhh... ndak kebayang deh klo saya harus disuruh pake bgtuan..
hiks.. sengsara hidupku.. :((

tp kliatannya mereka enjoy aja yah??

mukanya pada sumringah gitu.. :P

nich mengatakan...

sudah berapa lama lihat dan dengar tentang suku ini, tapi tetap belum nrima mata ini menatapnya..

Anggie Hsb mengatakan...

@lisha: mereka ekspresinya bener2 ikhlas yah???jadi makin ga tega ngeliatnya...
@bg nich: iyah bang, apalagi pas masang besinya ke leher...adddduuuhh..ngilu...

eka rahmawati mengatakan...

prihatin melihat kehidupan mereka
di zaman modern bgini msih ada yang d"asingkan

Anggie Hsb mengatakan...

Mbak eka, iyah tapi namanya jugah kepercayaan mbk. ga bisa di lawan walupun salah...

Diberdayakan oleh Blogger.