Review Novel Gerhana Kembar

Design Covernya keren Yah?

Kesekian kalinya novel metropop ala Clara Ng menarik perhatian saya sebagai pembaca setia novel nya mbak Clara, selain trilogi Indiana lesmana itu (Indiana chronocile, indiana lipstic dan indiana bridesmaid) ada juga Dimsum Terakhir, Tiga Venus, dan inilah yang saya cicipi terakhir tapi tak mudah-mudahan ga berakhir yakni Gerhana Kembar.
Hampir mirip dengan si kembar tomboy “si Lines” yang ada di Dimsun terakhir sih dalam novel yang atu ini. Kisahnya diceritakan sebagai kisah cinta, Cinta Sejati namun tak biasa, tak relevan sepasang anak manusia yang berjenis sama bisa dikatakan homoseks. Bukan Gay (cowok ma cowok) tetapi Lines (cewe ma Cewe).

Bener-bener cerita yang sangat mengharukan dalam pandangan yang objektif kita sebagai penilai kisah cinta yang dialami seseorang. Lihat saja, penantian Henrietta yang begitu mencintai Diana sampai tua. Perjuangan Diana untuk dipertemukan kembali dengan Henrietta.

Cinta mereka yang tulus, didasari atas dasar cinta, kepercayaan, en saling pengertian. Dari sisi yang satu ini, kenapa kita tak mengambil nilai positif untuk membina suatu hubungan yah? Hubungan sesama jenis yang jelas-jelas adalah dosa saja bisa sekuat ini, nah yang udah ditakdirin berjodoh dan punya anak kenapa harus cerai dengan alasan yang sepele yakni ketidakcocokan yah? Seharusnya manusia yang sudah menikah dan memiliki keluarga yang utuhkan lebih harus bersyukur karena mereka ahirnya bersama dan membina keluarga mereka yang harusnya kembali tahan menghadapi kerikil-kerikil tajam cobaan menggiurkan di dunia, iya engga sih?
berikut kesimpulan kisahnya...

Dari kisah ini mungkin dapat ditarik kesimpulan bahwa cinta tidak tahu kapan datang dan berahirnya, kita tidak akan tahu cinta itu untuk siapa, untuk pria kepada wanita, untuk ibu dan anak, untuk seseorang kepada sahabatnya, sampai cinta kepada sesama jenisnya.
Kesetiaan mengalahkan segalanya, yang terpenting adalah perasaan tulus terhadap pasangan kita. Tak perduli sampai beberapa tahun tak saling berhubungan di cerita ini Diana tetap bertahan dengan kesendiriannya menanti kekasihnya.
Ada kelebihan yang ga terduga dibalik masa lalu yang suram, semua manusia punya masa lalu yang tidak terlalu baik. Namun ada baiknya perkara yang tak baik itu diselesaikan dengan baik meski tak selalu bahagia pula.
Cinta yang baik adalah cinta yang selalu disirami oleh rasa percaya, pengertian, dan kejujuran serta rasa nyaman kepada pasangan.

Kira-kira isinya seperti itu, kalo penasaran baca yah?lumayan seru loh, ada haru, juga ada birunya. Kalo beli engga bakalan rugilah kalo ngerental mungkin mesti nyari rental yang agak uptodate an en lengkapan dikit deuh, abis niy novel kayaknya belum banyak yang tau yah di Medan-SUMUT. Nah kalo engga dapet juga, monggo-silahken nyewa ma saya sajah...hahahah.
Review Novel Gerhana Kembar Review Novel Gerhana Kembar Reviewed by Anggie Hasibuan on Desember 21, 2008 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.